<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>dau5</title>
	<atom:link href="http://dau5.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dau5.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com site</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 Nov 2011 04:24:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dau5.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>dau5</title>
		<link>http://dau5.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dau5.wordpress.com/osd.xml" title="dau5" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dau5.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>PENGERTIAN, SUMBER DAN ALAT MENDAPATKAN PENGETAHUAN</title>
		<link>http://dau5.wordpress.com/2011/11/21/pengertian-sumber-dan-alat-mendapatkan-pengetahuan/</link>
		<comments>http://dau5.wordpress.com/2011/11/21/pengertian-sumber-dan-alat-mendapatkan-pengetahuan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 04:24:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dau5</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dau5.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[A.     Pendahuluan Pengetahuan manusia adalah merupakan hasil interaksi antara subjek (manusia) dan objek (benda/sesuatu yang membentuk makna dalam fikiran manusia, kemudian terus terjadi perkembangan dalam fikiran manusia sebagai hasil interaksinya dengan manusia lain serta sesuatu yang lain, dan pada akhirnya terjadi perubahan makna pengetahuan, ada yang bersifat pengetahuan biasa dan ada yang ilmiah. Cara pemerolehan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dau5.wordpress.com&amp;blog=22116049&amp;post=13&amp;subd=dau5&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>A.     Pendahuluan</p>
<p>Pengetahuan manusia adalah merupakan hasil interaksi antara subjek (manusia) dan objek (benda/sesuatu yang membentuk makna dalam fikiran manusia, kemudian terus terjadi perkembangan dalam fikiran manusia sebagai hasil interaksinya dengan manusia lain serta sesuatu yang lain, dan pada akhirnya terjadi perubahan makna pengetahuan, ada yang bersifat pengetahuan biasa dan ada yang ilmiah.</p>
<p>Cara pemerolehan keduanya pun berbeda, pengetahuan biasa diperoleh dalam proses berfikir biasa, sedangkan pengetahuan ilmiah diperoleh dengan cara yang sistematis. Penyajiannyapun secara sistematis bagi pengetahuan ilmiah sedangkan pengetahuan biasa secara acak.</p>
<p>Manusia pertama yang memperoleh pengetahuan adalah Nabi Adam AS. Yang langsung diajarkan oleh Allah SWT. Sebagaimana Firman-Nya didalam Surah al-Baqarah ayat 31 :</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“ dan Dia ajarkan kepada Adam Nama-nama benda Semuanya.”</p>
<p>Pada perkembangan pengetahuan, terdapat beragam pengertian, sumber dan alat memperolehnya. Hal ini sudah tentu keterbatasan manusia, perbedaan individu, sosial budaya, tekhnologi, dan lain sebagainya. Tapi Semuanya tetap dalam suatu mata rantai sejarah pengetahuan itu sendiri yang sesuai dengan konteksnya saat itu, yang kemudian menjadi dasar bagi pengembangan pengetahuan berikutnya secara umum.</p>
</div>
<p>&nbsp;</p>
<p>B. Pembahasan</p>
<p>1. Apakah yang dimaksud dengan pengetahuan?</p>
<p>Secara etimologi pengetahuan berasal dari kata dalam bahasa Inggris yaitu <em>Knowledge</em>. Menurut <em>Webster’s New World Dictionary </em>yang dikutip<em> </em>Mohammad Noor Syam, Knowledge adalah : “ all that has been perceiveb or grasped by the mind ; learning ; enlightenment. “ (ilmu pengetahuan : Semua yang telah diamati atau dimengerti oleh jiwa (pikiran) ; belajar ; dan sesuatu yang telah jelas “.<sup>2</sup></p>
<p>Dalam kamus Filsafat yang dikutip Amsal Bakhtiar dijelaskan bahwa pengetahuan (Knowledge) adalah “ Proses kehidupan yang diketahui manusia secara langsung dari kesadarannya sendiri. Dalam peristiwa ini yang mengetahui (subjek) memiliki yang diketahui (objek) didalam dirinya sendiri sedemikian aktif sehingga yang mengetahui itu menyusun yang diketahui pada dirinya sendiri dalam kesatuan aktif.”<sup> 3</sup></p>
<p>Sedangkan menurut James K. Feiblenan yang dikutip oleh Muhaimin dan Abd. Mujib pengetahuan (Knowlwdge) adalah : “ Hubungan antara Objek dan Subjek (relation between object and subject). Dengan kata lain, pengetahuan adalah paham Suatu Subjek mengenai objek yang dihadapi. Subjek disini adalah manusia sebagai Kesatuan berbagai macam kesanggupan (akal, pancaindra, dsb) yang digunakan untuk mengetahui sesuatu. Sebaliknya Objek disini adalah benda atau hal yang diselidiki, yang merupakan realitas bagi manusia yang menyelidiki.”<sup>4</sup></p>
<p>Dari beberapa pengertian diatas dapat difahami bahwa pengetahuan adalah segala sesuatu yang sudah diketahui oleh manusia apapun bentuknya. Dan jelas pengetahuan disini maknanya luas melingkupi segala sesuatu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><sup>1  </sup> Amsal Bakhtiar, <em>Filsafat Ilmu,</em> Rajawali Pers, Jakarta, 2007, h. 85</p>
<p><sup>2 </sup>Mohammad Noor Syam, <em>Filsafat Kependidikan dan Dasar Filsafat Kependidikan Pancasila</em>, Usaha Nasional, Surabaya, 1986, h. 69</p>
<p><sup>3   </sup>Amsal Bakhtiar, <em>Op. Cit.,</em> h. 85-86</p>
<p><sup>4 </sup>Muhaimin dan Abd. Mujib, <em>Pemikiran Pendidikan Islam Kajian Filosofik dan Kerangka Dasar Operasionalnya,</em> Trigenda Karya, Bandung, 1993,h.80</p>
<p>2. Apa perbedaan pengetahuan dengan ilmu?</p>
<p>Dari sejumlah pengertian yang ada, sering ditemukan kerancuan antara pengertian pengetahuan dan ilmu. Kedua kata tersebut dianggap memiliki persamaan arti, bahkan ilmu dan pengetahuan terkadang dirangkum menjadi kata majemuk yang mengandung arti tersendiri. Hal ini sering kita jumpai dalam berbagai karangan yang membicarakan tentang ilmu pengetahuan. Namun jika kedua kata itu berdiri sendiri-sendiri, akan tampak perbedaan antara keduanya. <sup>5</sup></p>
<p><sup>                            </sup>Dalam kamus besar Bahasa Indonesia ilmu disamakan artinya dengan pengetahuan, ilmu adalah pengetahuan.<sup>6 </sup> Dari dasar katanya, kita dapat ketahui bahwa pengetahuan diambil dari kata dalam bahasa Inggris yaitu knowledge, sedangkan ilmu diambil dari kata science dan peralihan dari kata Arab ilm. <sup>7</sup></p>
<p>Seiring dengan definisi yang telah disebutkan sebelumnya, maka definisi berikutpun tidak jauh berbeda. Pengetahuan merupakan hasil tahu manusia terhadap sesuatu, atau segala perbuatan manusia untuk memahami suatu objek tertentu. Pengetahuan dapat berwujud barang-barang fisik, pemahamannya dilakukan dengan cara persepsi baik lewat indera maupun lewat akal, dapat pula objek yang dipahami oleh manusia berbentuk ideal atau yang bersangkutan dengan masalah kejiwaan.</p>
<p>Untuk memperjelas pemahaman kita perlu juga dibedakan antara pengetahuan yang sifatnya prailmiah ialah pengetahuan yang belum memenuhi syarat-syarat ilmiah pada umumnya. Sebaliknya, pengetahuan ilmiah adalah pengetahuan yang harus memenuhi syarat-syarat ilmiah. Pengetahuan pertama disebut pengetahuan biasa, pengetahuan kedua disebut pengetahuan ilmiah.</p>
<p>Adapun syarat-syarat yang dimiliki oleh pengetahuan ilmiah adalah : harus memiliki objek tertentu (Formal dan material) dan harus bersistem (harus runtut).</p>
<p><sup>5  </sup> Amsal Bakhtiar, Op.Cit., h. 89</p>
<p><sup>6   </sup>Lihat kamus Besar Bahasa Indonesia Tahun 1998</p>
<p><sup>7  </sup>Amsal Bakhtiar, Op. Cit., h. 89</p>
<p>Disamping itu pengetahuan Ilmiah harus memiliki metode tertentu dengan sifatnya yang umum. Metode itu meliputi Metode deduksi, induksi, dan analisis. <sup>8</sup></p>
<p>Kemudian untuk melihat perbedaan tersebut, dapat kita pahami dari pengertian ilmu (science) berikut :</p>
<ol>
<li>Gastom Bachelard sebagaimana dikutip  Rizal Muntasyir dan Misnal Munir <sup>9 </sup>adalah menyatakan bahwa ilmu pengetahuan adalah suatu produk pemikiran manusia yang sekaligus menyesuaikan antara hukum-hukum pemikiran dengan dunia luar.</li>
<li>Menurut Richad Rudner yang di kutip oleh The Liang Gie<sup>10</sup> :</li>
</ol>
<p>&#8220;membedakan ilmu sebagai suatu proses dan ilmu sebagai produk. Istilah ilmu dipakai sebagai suatu proses menunjuk pada kegiatan-kegiatan atau pekerjaan ilmiawan atau lembaga ilmiah, sedangkan ilmu sebagai suatu hasil menunjuk pada suatu kumpulan pernyataan-pernyataan yang bermaksud menggambarkan aspek yang satu atau yang lain dari alam semesta dan yang mengandung apa yang merupakan pengetahuan ilmiah kita.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li>Menurut Carles Siregar yang dikutip Amsal Bakhtiar : “ilmu adalah proses yang membuat pengetahuan”. <sup>11</sup></li>
</ol>
<p>Dari pengertian pengetahuan dan ilmu diatas maka dapat diketahui bahwa keduanya terdapat perbedaan dari segi sistematisnya, ilmu diperoleh secara sistematis dan disajikan secara sistematis pula. Sedangkan pengetahuan diperoleh secara acak, karena apapun yang diketahui disebut pengetahuan dan penyajiannyapun secara acak.</p>
<p>Selanjutnya Amsal Bakhtiar <sup>12 </sup>menjelaskan bahwa perbedaan itu terlihat dari sifat sistematik dan cara memperolehya. Perbedaan tersebut menyangkut pengetahuan Prailmiah atau pengetahuan biasa, sedangkan pengetahuan ilmiah dengan ilmu tidak mempunyai perbedaan yang berarti.</p>
<p><sup>8  </sup> <em>ibid.,</em> h. 89-90</p>
<p><sup>9    </sup>Rizal Mustansyir dan Misnal Munir<em>, Filsafat Ilmu</em>, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2001, h. 139</p>
<p><sup>10 </sup>The Liang Gie, <em>Suatu Konsepsi ke Arah Penertiban Bidang Filsafat</em>, Karya Kencana, Yogyakarta, 1978,     h. 35</p>
<p><sup>11  </sup>Amsal Bakhtiar, <em>Op. Cit.,</em> h. 91</p>
<p><sup>12</sup>  <em>ibid.</em>, h. 92</p>
<p>3. Darimana sumber pengetahuan kita?</p>
<p>Ada beberapa pendapat mengenai sumber pengetahuan yaitu :</p>
<ol>
<li>Empirisme</li>
</ol>
<p>Kata ini berasal dari Yunani emperikos, artinya pengalaman. Menurut aliran ini manusia memperoleh pengetahuan melalui pengalamannya. Dan bila dikembalikan kepada kata Yunaninya, pengalaman yang dimaksud ialah pengalaman inderawi.</p>
<p>Dengan inderanya, manusia dapat mengatasi taraf hubungan yang semata-mata fisik dan masuk kedalam internasional, walaupun masih sangat sederhana. Indera menghubungkan manusia dengan hal-hal kongkret-material. <sup>13</sup></p>
<p>Contohnya adalah seperti orang yang memegang besi panas, bagaimana ia mengetahui besi itu panas?. Ia mengetahuinya dengan indera peraba. Berarti ia mengetahui panasnya besi itu melalui pengalaman-pengalaman indera perabanya.</p>
<p>John Locke (1632-1704), bapak empiris Britania mengemukakan teori tabula rasa (sejenis buku catatan kosong). Maksudnya ialah bahwa manusia itu pada mulanya kosong dari pengetahuan, lantas pengalamannya mengisi jiwa yang kosong itu, lantas ia memiliki pengetahuan. Mula-mula tangkapan indera yang masuk itu sederhana, lama kelamaan menjadi kompleks, lalu tersusunlah pengetahuan berarti. Jadi, Bagaimanapun kompleks pengetahuan manusia, ia selalu dapat dicari ujungnya pada pengalaman indera. Sesuatu yang tidak dapat diamati dengan indera bukanlah pengetahuan yang benar. Jadi Pengalaman indera itulah sumber pengetahuan yang benar. <sup>14</sup></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><sup>13  </sup>  <em>ibid.</em>, h. 99</p>
<p><sup>14  </sup>  <em>ibid.</em>, h. 99-100</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>b.   Rasionalisme</p>
<p>Rasionalisme, yaitu aliran yang berpendapat bahwa sumber pengetahuan manusia adalah pikiran, rasio, dan jiwa manusia. <sup>15</sup></p>
<p>Aliran Filsafat rasionalisme ini berpendapat, bahwa sumber pengetahuan yang memadai dan dapat dipercaya adalah akal (rasio). Hanya pengetahuan yang diperoleh melalui akallah yang memenuhi syarat yang dituntut oleh filsafat umum dan harus mutlak, yaitu syarat yang dituntut oleh semua pengetahuan ilmiah. Sedangkan pengalaman hanya dapat dipakai untuk mengukuhkan kebenaran pengetahuan yang telah diperoleh melalui akal. Menurut aliran ini akal tidak memerlukan pengalaman dalam memperoleh pengetahuan yang benar, karena akal dapat menurunkan kebenaran itu dari dirinya sendiri. Metode yang diterapkan oleh para Filsuf rasionalisme ialah metode deduktif, seperti yang berlaku pada ilmu pasti.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tokoh penting aliran filsafat rasionalisme adalah Rene Des Cartes (1598-1650) yang juga adalah pendiri filsafat modern. Pernyataannya adalah : Saya berfikir, jadi saya ada (Cogito ergo sum)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bagi Descartes pernyataan “ Saya berfikir, jadi Saya ada” adalah terang dan jelas, segala sesuatu yang bersifat terang dan jelas bagi akal pikiran manusia dapatlah dipakai sebagai dasar yang tidak perlu dibuktikan lagi kebenarannya untuk melakukan penjabaran terhadap pernyataan-pernyataan lain. <sup>16</sup></p>
<p><sup> </sup></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><sup>15.  </sup>Fitri Oviyanti, <em>Metodologi Studi Islam</em>, IAIN Raden Fatah Press, Palembang, 2007, h. 240</p>
<p><sup>.16 </sup> Rizal Mustansyir dan Misnal Munir, <em>Filsafat Ilmu</em>, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2001, h. 74-77</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>c.      Intuisi</p>
<p>Menurut Hendry Bergson intuisi adalah hasil dari evaluasi pemahaman yang tertinggi. Kemampuan ini mirip dengan insting, tetapi berbeda dengan kesadaran dan kebebasannya. Pengembangan kemampuan ini (intuisi) memerlukan suatu usaha. Ia juga mengatakan bahwa intuisi adalah suatu pengetahuan yang langsung, yang mutlak dan bukan pengetahuan yang nisbi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, intuisi mengatasi sifat lahiriah pengetahuan simbolik, yang pada dasarnya bersifat analisis, menyeluruh, mutlak, dan tanpa dibantu oleh penggambaran secara simbolis. Karena itu, intuisi adalah sarana untuk mengetahui secara langsung dan seketika. Analisis atau pengetahuan yang diperoleh lewat pelukisan tidak dapat menggantikan hasil pengenalah intuisi. <sup>17</sup></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pendekatan ini (intuisi) membagi alam atas dua kategori, yaitu :</p>
<p>1).     alam pertama, yang diobservasi dan dieksperimentasi oleh ilmu pengetahuan modern.</p>
<p>2).     Alam intuisi, yang berkaitan dengan jiwa yang tidak mungkin ditundukkan dengan pengalaman atau analogi. Alam kedua ini hanya mampu ditempuh melalui pendekatan intuisi. <sup>18</sup></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><sup> </sup></p>
<p><sup> </sup></p>
<p><sup> </sup></p>
<p><sup> </sup></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><sup>17.  </sup>Amsal Bakhtiar, <em>Op. Cit.,</em> h. 107-108</p>
<p><sup>18.  </sup>Muhaimin, <em>Op. Cit.</em>, h. 88</p>
<p><sup> </sup></p>
<p><sup>    </sup></p>
<p><sup>    </sup>d.      Wahyu</p>
<p>Wahyu adalah pengetahuan yang disampaikan oleh Allah kepada manusia lewat perantaraan nabi.. Para nabi memperoleh pengetahuan dari tuhan tanpa upaya, tanpa bersusah payah, tanpa memerlukan waktu untuk memperolehnya. Pengetahuan mereka terjadi atas kehendak tuhan semesta. Tuhan mensucikan jiwa mereka dan diterangkanNya pula jiwa mereka untuk memperoleh kebenaran dengan jalan wahyu. <sup>20</sup></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>4.         Alat atau sarana apakah yang di pergunakan dalam memperoleh pengetahuan ?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Alat atau sarana memperoleh ilmu pengetahuan disini bukanlah berbentuk benda, tapi selain dari itu alat ini berupa :</p>
<p>a.   Bahasa</p>
<p>Menurut Bloch and Trager mengatakan bahwa a language is a system of arbitrary Vocal Symbols by means of Which a Social group Cooperates (bahasa adalah suatu sistem simbol-simbol bunyi yang arbitrer yang dipergunakan oleh suatu kelompok sosial sebagai alat untuk berkominikasi). <sup>21</sup></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sedangkan menurut Mustafha Ghulayaini bahasa (al-lughah) adalah : <em>Alfazhun yu’biru biha kullu Qaumin ‘an maqashidihim</em> (ucapan-ucapan yang dipergunakan oleh setiap kelompok untuk mengungkapkan maksud-maksud mereka).<sup>22</sup></p>
<p><sup> </sup></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><sup>19  </sup> Amsal Bakhtiar, <em>Op. Cit.,</em> h. 109-110</p>
<p><sup>20  </sup>Mohammad Noor Syam, <em>Op. Cit</em>., h. 124</p>
<p><sup>21  </sup>Amsal Bakhtiar<em>, Op. Cit.,</em> h. 176</p>
<p><sup>22 </sup>Musthofa Ghulayaini,<em> Jami’ ad-Durus al-‘Arabiyyah</em>, al- Maktobah ‘Ishriyyah, Beirut-Libanon, 1987,h.7.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bahasa sebagai alat komunikasi baik secara lisan maupun tulisan dapat dipergunakan sebagai sarana penyampaian pengetahuan dan dipihak lain sebagai sarana memperoleh pengetahuan. Dan ini sedah terbukti dalam kehidupan sehari-hari kita.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>b.   Matematika</p>
<p>Matematika adalah bahasa yang melambangkan serangkaian makna dari serangkaian pernyataan yang ingin kita sampaikan. Lambang-lambang matematika bersifat “artifisial” yang baru mempunyai arti setelah sebuah makna diberikan kepadanya. Tanpa itu maka matematika hanya merupakan kumpulan rumus-rumus yang mati. <sup>23</sup></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bahasa Verbal hanya mampu mengatakn pernyataan yang bersifat kualitatif. Demikian juga maka penjelasan dan ramalan yang diberikan oleh ilmu bahasa verbal semuanya bersifat kualitatif. Kita bisa mengetahui bahwa logam mulia kalau dipanaskan akan memanjang. Namun pengertian kita hanya sampai disitu, kita tidak bisa mengatakan dengan tepat berapa besar pertambahan panjangnya. Penjelasan dan ramalan yang diberikan oleh bahasa verbal tidak bersifat eksak sehingga, menyebabkan daya prediktif dan kontrol ilmu kurang cermat dan tepat. <sup>24</sup></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dari contoh diatas dapat difahami bahwa matematika bersifat memastikan sesuatu yang masih bersifat kualitas dan menentukannya secara pasti dan jelas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><sup>23  </sup> Amsal Bakhtiar, <em>Op. Cit.,</em> h. 188</p>
<p><sup>24  </sup>  <em>ibid.,</em> h. 199</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>c.   Statistik</p>
<p>Istilah statistik kadang diberi pengertian sebagai data statistik, yaitu kumpulan bahan keterangan berupa angka atau bilangan. Kadang juga dimaksudkan sebagai kegiatan statistik atau kegiatan pentastitikan.</p>
<p>Atau, kadang juga dimaksudkan sebagai metode statistik, yaitu cara-cara tertentu yang perlu ditempuh dalam rangka mengumpulkan, menyusun, atau mengatur, menyajikan, menganalisis, dan memberikan interprestasi terhadap sekumpulan bahan keterangan yang berupa angka itu dapat berbicara atau dapat memberikan pengertian makana tertentu. <sup>25</sup></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penelitian ilmiah, baik yang berupa survey maupun eksperimen, dilakukan lebih cermat dan teliti dengan mempergunakan tekhnik-tekhnik statistika yang diperkembangkan sesuai kebutuhan. <sup>26</sup></p>
<p><sup> </sup></p>
<p><sup>                                    </sup>Jadi, jelaslah bahwa statistik amat dibutuhkan dalam rangka sebuah penelitian. Sedangkan kita ketahui bahwa penelitian adalah dalam rangka mencari ilmu pengetahuan juga. Disini terlihat bahwa statistik adalah sebagai sarana atau alat memperoleh pengetahuan ilmiah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>d.   Logika</p>
<p>Logika adalah sarana untuk berfikir sistematis, Valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, berpikir logis adalah berfikir sesuai dengan aturan-aturan berfikir, seperti setengah tidak boleh lebih besar dari satu. <sup>27</sup></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><sup>25  </sup>  <em>ibid.</em>, h. 198</p>
<p><sup>26  </sup>  <em>ibid.,</em> h. 201</p>
<p><sup>27  </sup>  <em>ibid.,</em> h. 212</p>
<p>Memang sesuai perlengkapan antologisme, pikiran kita dapat bekerja secara spontan, alami, dan dapat menyelesaikan fungsinya dengan baik, lebih-lebih dalam hal yang biasa, sederhana, dan jelas. Namun, tidak demikianlah halnya apabila menghadapi bahan yang sulit, berliku-liku dan apabila harus mengadakan pemikiran yang panjang dan sulit sebelum mencapai    kesimpulan. <sup>28</sup></p>
<p><sup> </sup></p>
<p>Berdasarkan penjelasan diatas maka dapat difahami bahwa pengetahuan yang sistematis adalah berdasarkan Logika (yang benar). Sedangkan pengetahuan yang biasa dan masalah yang biasa dapat diselesaikan dengan pikiran yang spontan.</p>
<p>C. Penutup</p>
<p>1.  Kesimpulan</p>
<p>a. Pengetahuan adalah segala suatu yang sudah diketahui oleh manusia apapun bentuknya, berarti pengetahuan bermakna luas dan melingkupi segala sesuatu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>b. Perbedaan ilmu dan pengetahuan terdapat pada sistematisnya. Ilmu diperoleh dengan cara sistematis dan disampaikan denga cara sistematis, sedangkan pengetahuan perolehan dan penyampaiannya secara acak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>c. Sumber pengetahuan adalah : Empirisme, Rasionalisme, Intuisi, dan Wahyu.</p>
<ol>
<li>  Alat memperoleh pengetahuan adalah : Bahasa, Matematika, Statistik dan  Logika.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p><sup>28  </sup>  <em>ibid.,</em> h. 213</p>
<p>2.      Kata Penutup</p>
<p>Tulisan ini hanyalah setetes embun ditengah lautan ilmu yang luas. Kemudian sudah barang tentu tulisan ini banyak kesalahan. Saran dan kritikan konstruktif sangat penulis harapkan guna perbaikan selanjutnya. Hanya kepada Allah penulis memohon dari salah dan khilaf.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center"><strong>DAFTAR PUSTAKA</strong></p>
<p align="center">
<p>Anonim, <em>Al-Qur’an dan Terjemahnya,</em> Syaamil Cipta Media Bandung</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Anonim, (1998), <em>Kamus Besar Bahasa Indonesia</em> , Balai Pustaka, Jakarta</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Amsal Bakhtiar, (2007) <em>Filsafat Ilmu</em>, Rajawali Pers, Jakarta</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mohammad Noor Syam, (1986). <em>Filsafat Kependidikan dan Dasar Filsafat Kependidikan Pancasila,</em> Usaha Nasional, Surabaya</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Muhaimin dan Abd. Mujib, (1993). <em>Pemikiran Pendidikan Islam Kajian Filosofik dan Kerangka Dasar Operasionalnya</em>, Trigenda Karya, Bandung</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Rizal Mustansyir dan Misnal Munir, (2001) <em>Filsafat Ilmu</em>, Pustaka Pelajar, Yogyakarta</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Fitri Oviyanti, (2007). <em>Metodologi Studi Islam</em>, IAIN Raden Fatah Press, Palembang</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Musthofa Ghulayaini, (1987). <em>Jami’ ad-Durus al-‘Arabiyyah</em>, <em>al- Maktobah ‘Ishriyyah</em>, Beirut-Libanon</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><sup> </sup></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dau5.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dau5.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dau5.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dau5.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dau5.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dau5.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dau5.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dau5.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dau5.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dau5.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dau5.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dau5.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dau5.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dau5.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dau5.wordpress.com&amp;blog=22116049&amp;post=13&amp;subd=dau5&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dau5.wordpress.com/2011/11/21/pengertian-sumber-dan-alat-mendapatkan-pengetahuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9a0bc7050626165f01bfa60f6f4a2db5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dau5</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kemampuan Guru dalam mengimplementasikan KTSP Bahasa Arab di SMA N 3 Tebo</title>
		<link>http://dau5.wordpress.com/2011/04/13/kemampuan-guru-dalam-mengimplementasikan-ktsp-bahasa-arab-di-sma-n-3-tebo/</link>
		<comments>http://dau5.wordpress.com/2011/04/13/kemampuan-guru-dalam-mengimplementasikan-ktsp-bahasa-arab-di-sma-n-3-tebo/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Apr 2011 15:31:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dau5</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dau5.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[A B S T R A K Firdaus, Kemampuan Guru dalam Mengimplementasikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Bahasa Arab di SMA Negeri 3 Kabupaten Tebo, Tesis, Program Pascasarjana 2010. &#160; Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 3 Kabupaten Tebo karena dilatarbelakangi oleh guru bahasa Arab belum membuat rencana pelaksanaan pembelajaran ketika mengimplementasikan Kurikulum Tingkat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dau5.wordpress.com&amp;blog=22116049&amp;post=7&amp;subd=dau5&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>A B S T R A K </strong></p>
<p><strong>Firdaus, Kemampuan Guru dalam Mengimplementasikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Bahasa Arab di SMA Negeri 3 Kabupaten Tebo, <em>Tesis</em>, Program Pascasarjana 2010.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 3 Kabupaten Tebo karena dilatarbelakangi oleh guru bahasa Arab belum membuat rencana pelaksanaan pembelajaran ketika mengimplementasikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada mata pelajaran bahasa Arab.</p>
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menemukan (1) kemampuan guru dalam mengimplementasikan kurikulum dalam mata pelajaran bahasa Arab di SMA Negeri 3 Kabupaten Tebo (2) faktor-faktor dalam mengimplementasikan KTSP pada mata pelajaran bahasa Arab di SMA Negeri 3 Kabupaten Tebo (3) Upaya guru bahasa Arab dalam meningkatkan implementasi KTSP mata pelajaran bahasa Arab di SMA Negeri 3 Kabupaten Tebo.</p>
<p>Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Penentuan subjek penelitian menggunakan teknik <em>purposive sampling. </em>Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan serta verifikasi keterpercayaan hasil penelitian diperoleh dengan teknik triangulasi guna memenuhi kriteria kredibilitas, keteralihan, ketergantungan dan obyektifitas.</p>
<p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru bahasa Arab SMA Negeri 3 Kabupaten Tebo belum mampu mengimplementasikan KTSP pada mata pelajaran bahasa Arab. Faktor-faktor ketidakmampuan tersebut adalah karena kurangnya pemahaman guru tentang KTSP bahasa Arab, siswa yang memiliki perbedaan kemampuan dalam pembelajaran, tidak tersedianya buku teks mata pelajaran bahasa Arab untuk SMA. Upaya guru bahasa Arab dalam meningkatkan implementasi kurikulum tingkat satuan pendidikan mata pelajaran bahasa Arab adalah dengan ikut serta dalam sosialisasi dan <em>workshop</em> tentang KTSP yang dilaksanakan oleh dinas pendidikan kabupaten dan propinsi, mencari contoh format silabus dan informasi lain tentang kurikulum bahasa Arab di sekolah lain dan internet, dan memberikan pemahaman kepada siswa non muslim bahwa bahasa Arab selain bahasa agama Islam adalah salah satu bahasa komunikasi di  dunia yang sama kedudukannya dengan bahasa asing lainnya.</p>
<p>Penelitian ini merekomendasikan kepada guru mata pelajaran bahasa Arab SMA Negeri 3 Kabupaten Tebo, agar dapat memahami pengembangan program, menerapkan metode yang bervariasi, memanfaatkan laboratorium bahasa, menggunakan media pembelajaran bahasa Arab, serta mengevaluasi hasil pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran.. Kepada kepala SMA Negeri 3 Kabupaten Tebo, agar memfasilitasi dan memantau guru bahasa Arab dalam mengimplementasikan KTSP. Kepada Dinas Pendidikan untuk memperbanyak kegiatan pelatihan, dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) bahasa Arab sehingga guru bahasa Arab dapat meningkatkan kemampuannya dalam mengimplementasikan KTSP mata pelajaran bahasa Arab.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dau5.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dau5.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dau5.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dau5.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dau5.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dau5.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dau5.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dau5.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dau5.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dau5.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dau5.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dau5.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dau5.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dau5.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dau5.wordpress.com&amp;blog=22116049&amp;post=7&amp;subd=dau5&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dau5.wordpress.com/2011/04/13/kemampuan-guru-dalam-mengimplementasikan-ktsp-bahasa-arab-di-sma-n-3-tebo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9a0bc7050626165f01bfa60f6f4a2db5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dau5</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://dau5.wordpress.com/2011/04/13/hello-world/</link>
		<comments>http://dau5.wordpress.com/2011/04/13/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Apr 2011 04:19:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dau5</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dau5.wordpress.com/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post. Here are some suggestions for your first post. You can find new ideas for what to blog about by [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dau5.wordpress.com&amp;blog=22116049&amp;post=1&amp;subd=dau5&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit <a title="Direct link to the Add New in the Admin Dashboard" href="/wp-admin/post-new.php">Add New</a> on the left (of the <a title="Direct link to this blog's admin dashboard" href="/wp-admin">admin dashboard</a>) to start a fresh post.</p>
<p><a title="Learn WordPress.com—From zero to hero." href="http://learn.wordpress.com/">Here</a> are some suggestions for your first post.</p>
<ol>
<li>You can find new ideas for what to blog about by reading <a title="The Daily Post at WordPress.com—post something every day" href="http://dailypost.wordpress.com/">the Daily Post</a>.</li>
<li>Add <a title="Click the &quot;Press This&quot; link on this page to activate the Press this bookmark feature." href="/wp-admin/tools.php">PressThis</a> to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.</li>
<li><a title="Edit the first post on this blog." href="/wp-admin/post.php?post=1&amp;action=edit">Make some changes to this page</a>, and then hit preview on the right. You can alway preview any post or edit you before you share it to the world.</li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dau5.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dau5.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dau5.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dau5.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dau5.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dau5.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dau5.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dau5.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dau5.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dau5.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dau5.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dau5.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dau5.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dau5.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dau5.wordpress.com&amp;blog=22116049&amp;post=1&amp;subd=dau5&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dau5.wordpress.com/2011/04/13/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9a0bc7050626165f01bfa60f6f4a2db5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dau5</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
